11 comments on “Yang Terhempas

    • Saya malah gak mengerti kalo soal itu mas..hehe🙂
      Mas Cahya ini memang jeli dan peka dgn tulisan dan setiap kata yg ada, saya musti banyak belajar dari Anda, Mas…

      Salam hangat dan damai selalu…

      • He he, mungkin saya yang tidak pandai menyampaikan, maksud saya ‘obyek’ yang mengikat sebuah puisi, jadi ada yang menali satu bait dengan bait lainnya.

        Ada sesuatu yang menyebabkan bait-bait itu muncul, namun sesuatu itu sendiri tidak muncul dalam pusi ini. Tapi tentunya, ‘obyek’ bukan sesuatu yang absolut, saya justru suka yang seperti ini, tenang dan menghanyutkan…🙂.

        Tapi saya bukan orang sastra lho, dan saya juga ‘buta’ sastra😀.

  1. saya sangat berterimakasih atas uraian Mas Cahya ini, menjadikan saya bisa mengerti sedikit-sedikit tentang puisi dll-nya. Terus terang, saya sebenarnya tak tau apa pun tentang puisi, sastra atau yg sebangsanya. Ini hanya mengalir begitu saja, tanpa ada pakem dan bekal pengetahuan yg memadai utk kesitu. Jadi…seperti sekehendak sendiri lah..hehe🙂
    Sekali lagi terimakasih banyak utk Mas Cahya…

  2. alangkah hebat
    menemukan diri dalam seteguh karang..
    jika berdiri masih mungkin
    mengapa terkapar menjadi pilihan,
    sedangkan gagah berdiri lebih bermakna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s