63 comments on “Resah Mimpi Malam

  1. harya ,aku lihat pelan9i min9u kemarin🙂

    senan9 rasanya,itu peLan9i Pertama di 2010🙂

    tenan99sss aku datan9

    dana sepimu kan terobati

    heheh

  2. Kadang saya kalau membaca puisi-puisi di sini ingin sekali mengutak-atik kata-katanya, semisal pada baris pertama…

    Saat malam dalam pangkuan rembulan

    bisakah menjadi…

    Saat rembulan dalam dekapan malam

    tapi mungkin akan ada makna yang berubah…

    • bener mas, begitu kayaknya lebih bagus.. saya juga gak tau knp nulis seperti itu, hnya mengalir begitu saja.. dan soal makna, mungkin tergantung tiap penbacanya… makasih bnyk ya mas..🙂

      • Tidak… tidak…, saya rasa tidak ada istilah kata yang lebih bagus dalam menulis puisi, karena apa yang dituangkan ketika itu adalah wujud perasaan sendiri…

        Kalau perasaan hari ini berbeda (bukan berarti lebih bagus) dari hari kemarin, mungkin pilihan kata dan majasnya akan berubah juga…🙂

        Masih lebih baik puisi yang bersumber dari perasaan sendiri🙂

        • saya setuju mas, memang tak ada acuan khusus yg bisa dipake utk menilai hasil wujud dari perasaan, puisi misalnya.. seni itu luas dan indah, tak mudah utk menilainya ya mas…🙂

  3. tubuh liar gontai di atas tanah menggali kubur perangai yg lalai mengejar hasrat.mngejar mimpi.. mengejar alam samudra.. Dengan langkah lunglai tak berdaya yg berjalan lamban bak kura-kura. sanggupkah kaki ini sampai ketujuan.. Sory Gak nyambung kan.

  4. ada rasa nyaman dipalung hati terdalam

    pendar-pendar pedih perlahan menguap
    maaf. . jika aku sedang bermimpi
    tolong. .biarkan aku terlelap

    mengawang dengan bunga tidurku
    jangan pernah menggugahku
    biarkan saja aku tetap begitu

    hingga muaranya membangunkanku

    ”mimpi indah. .”

  5. Kini tak lagi resah karena kesepian.
    Banyak sahabat datang berkunjung.
    Saya sudah nmr yg kesekian,ya?
    Wah,moga tdk dihitung terlambat…ketika sepi pun telah sirna.

  6. Selimut malam kian pekat
    mengukung diri di kehampaan
    Sepi ini kian merasuk
    Mengisi jiwa yang kosong
    ____
    Hmmm… lagi2 saya menyerah dalam hal olahan kata🙂

  7. Wah mantap banget ini puisinya OM, btw bagaimana kabarnya om… ku baru nongol lagi nih dan lama tak buat puisi… Om haryana tetap puisi… mantap

    Makin mantap blogna…

    =
    Semua hilang ditelan sunyi dan kepalsuan
    Semua tersingkir oleh aroma kepedihan
    =

    Tetap semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s