20 comments on “Menunggu Hujan di Musim Kemarau

  1. hummm…

    jadi pengen bacain ini:

    matahari terlalu pagi mengkhianati
    pena terlalu cepat terbakar
    kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan
    pada ruang ketidak-mungkinan
    sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun
    sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin”
    tanpa darah mereka mengering
    sebelum mata pena berkarat menolak kembali terisi
    sebelum semua paru disesaki tragedi
    dan pengulangan menemukan maknanya sendiri…

    dari Barisan Nisan-nya HOMICIDE

    Mempersempit ruang ketidakmungkinan menjadi mungkin. Hmmm….Optimisme yg sangat menggugah semangat… Siiiip…mantap banget mbakyu…🙂

  2. Ketika sekelompok manusia duduk menunggu ketidak pastian dalam mimpi-mimpi mereka…, dan ketika harap dan damba itu masih tetap saja berujung kehampaan…, tetap saja semilir angin masih memberi kabar kemarau.
    Ketika tangan-tangan legam itu masih saja tengadah menanti musim berganti, serta harap dan damba yang masih bergantung di birunya langit yang terbentang luas, menampakkan kesombongan dan keangkuhannya, tidak ada yang dapat bercerita tentang sejuknya tetes air bagi kaki-kaki hitam berdebu yang belum beranjak dari mimpinya itu. Mimpi akan datangnya sejuknya air hujan yang akan turun ditengah terik kemarau.
    Mereka tau bahwa masih ada yang dapat merengkuh keangkuhan biru langit, dan menjadikan biru itu menjadi hitam, yang segera berganti menjadi titik air hujan. DIA lah sang khalik pencipta langit dan bumi, tiada yang tidak mungkin baginya untuk sekedar meneteskan hujan bagi jiwa jiwa ikhlas dan tawakal, sungguhpun di musim kemarau.
    ” Menunggu hujan dimusim kemarau “suatu ungkapan nyata bahwa air laut akan tetap asin rasanya. Kecuali atas kehendaknya, pertir-pun akan sekonyong-konyong menyambar di musm kemarau…he…he…
    Mas Hary, makasih ucapan ultahnya ya…. sesungguhnya lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, he…he…
    Sukses selalu mas….

    Sebuah..bahkan seribu harapan sekalipun, tak akan pernah sia2..selama kita tak pernah surut keyakinan kepada Sang Penguasa Mutlak. Makasih juga kepada mas Guntur yg sudah memberikan apresiasinya pada tulisan2 saya. Salam hangat selalu..🙂

  3. Salam kenal, memang menunggu adalah suatu tes kesabaran karena Tuhan akan memberi kemenangan kepada orang yang sabar .Betul tidak ada yang mustahil pada sisi Tuhan. Pertanyaannya seberapa sanggupkah kamu menunggu apalagi menunggu sang kekasih…he..he… di bawah terik matahari….memangnya lagi ngapain panas dong…

    Salam kenal juga.. Makasih udah mampir kesini..🙂
    Sabar menanti itu pekerjaan berat..apalagi kalo menunggu sesuatu yg belum pasti..hehehe😀

  4. yang ini jelas tidak mungkin.

    aku lahir th 1960 sedang mas har lahir 1985, maka sampai kapanpun mas har tidak mungkin lebih tua dari aku.

    ini hukum ‘TIDAK MUNGKIN’ yang abadi mas.

    betul gak?
    disini istilah ‘dunia selalu mungkin’ otomatis tidak berlaku.
    salam

    Kalo itu sich udah masuk hukum ketentuan Tuhan mas..hehe🙂
    Lain halnya kalo saya lebih dulu pikun…sedang sampeyan masih tetep awet muda… Jadinya..saya yg lebih tua dong…hahaha😀
    Makasih udah mampir kesini mas.. Salam hangat selalu..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s