6 comments on “Akar Kehidupan

  1. Godaan yang paling berat adalah, walau kita berubah, orang-orang di lingkungan kita biasanya belum berubah.. Jadi perlu keyakinan yang kuat untuk berubah..

    Tapi masa untuk senyum dan menghasilkan sesedikit mungkin sampah tidak bisa.. :mrgreen:
    Asal mau aja…

    yach…kadang repot juga…tapi mudah2an kita tetap bisa jadi bagian dari senyum dunia… Agar dunia tak terlalu muram terus-menerus… Semoga..!

  2. Kehidupan yang berakarkan agama
    menjauhkan kehidupan dari keterpurukan
    maka berakarlah yang kuat
    yang dalam
    hingga tidak gampang tercerabut…

    Agama memang sudah memberikan gambaran tentang baik dan buruk…namun manusia sering lebih memilih nafsu egonya…yg pada akhirnya tak mau mengindahkan sistem keseimbangan dalam kehidupan…semoga kita dijauhkan dari sifat yg merusak..

  3. hummm… ya…
    saya memang tamak, rakus, dan hanya mau menangnya sendiri….
    tapi itulah yang menandakan bahwa saya [memang] manusia…

    manusia yang kehilangan nurani…

    hahahaha….lega sekarang aku rasanya, karna…kenal dgn yg namanya….MANUSIA….suwun suwun suwun…suwun yo mbakyuuuu….

  4. manusialah yg menghancurkan bumi ini

    indah nian tulisanmu sahabatku 🙂

    iya Kang…manusialah penghantar datangnya kiamat nanti.. Makasih Kang…bahasaku masih kacau.. 🙂

  5. Hidup diperlukan keseimbangan.. ketika segala sesuatu tidak seimbang maka bencana besarlah yang terjadi.. alam semesta terutama bumi itu narimo setiap sampah yang kita buang dan satu saat jika sudah penuh maka alam semesta bergetar marah..
    Salam Sayang

    Kasian Ibu Bumi ya Kang.. Bumi senantiasa memberi kita manfaat, tapi kenapa kita menghadiahi bumi dgn sebuah kehancuran.. Salam hangat selalu.. 🙂

  6. Keseimbangan dalam diri manusia sudah terganggu sedemikian hebatnya… dan keselarasan antara diri manusia dan alam semesta semakin lama semakin buruk… waspadalah saudaraku… marilah kita melangkah ke dalam diri… temukan keseimbangan dalam diri dan selaraskan dengan alam semesta raya…
    Salam Sayang Selalu 😆

    Mari Kang..kita sama2 menyelaraskan frekwensi diri ini dgn alam..agar keseimbangan akan terwujud nyata.. Salam 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s