Telah lama kehidupan ini berlangsung tanpa makna. Telah lama hidup ini berjalan tanpa arah dan tujuan. Telah lama pula tiap diri hidup dalam kehidupan tanpa cinta dan kasih sayang.
Semua saling berlomba utk memuaskan nafsu semata. Tak menghiraukan nasib dan keadaan sesamanya. Apalagi terhadap alam yang kian tua dan rapuh ini. Sadarkah kita akan hal yg sedang terjadi ini….?
Lihatlah disekitar kita dengan seksama. Pandanglah dengan hati dan jiwamu serta rasamu. Belum cukupkah kenyataan yang terjadi selama ini…??
Cinta dan kasih sayang, telah benar-benar hilang dari sebagian besar hidup kita. Kemanakah cinta yang hilang itu sekarang. Dimanakah akan ditemui lagi, nafas cinta yang hilang itu…??
Lihatlah dengan hati, jiwa dan rasamu. Kenyataan ini telah begitu jelas berbicara. Tak perlu pintar jika hanya untuk membaca semua itu. Cukup hanya dengan satu cara…lihatlah dengan hati, jiwa dan rasamu. Pandangi baik-baik keadaanmu dan sekitarmu. Masihkah kau temukan cinta yang hilang itu. Cinta yang murni setulus embun di pagi hari.
Jangan biarkan cinta itu hanya sebagai pelangi di ujung cakrawala. Yang hanya nampak indah di mata, namun sangat jauh dari hidup kita yang nyata.
Masihkah kita rindu dengan nafas cinta yang hilang….??
Jawabnya hanya ada….dalam hati sanubari kita sendiri.


(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Embun pagi masih setia menabur cintanya buat kita, tinggal kita mau menyambutnya atau enggak.
Kehidupan ini menyediakan banyak cinta.. Namun kita sering melalaikannya…
Makasih utk pertama-nya…
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll
Salam cinta dan kasih sayang selalu utk Kang Boed sahabatku…
Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri.. selalu merasa dan merasa.. merasa bisa ini itu.. merasa tahu ini itu.. merasa paling ini itu.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa memiliki sesuatu.. merasa berilmu dan beramal shaleh.. merasa paling baik dan benar.. itulah tanda bahwa diri manusia sungguh sungguh tiada mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan… bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan…
Bagaimana bisa dikatakan dirinya hidup.. dirinya sudah benar.. dirinya sudah baik.. dirinya sudah beramal.. dirinya berusaha.. dirinya berkemampuan.. dirinya berilmu.. dirinya pandai.. dirinya sukses.. dirinya mendapatkan harta yang berlimpah.. dirinya berkedudukan yang tinggi.. dlll.. dll… dll… Sungguh apakah benar semua itu terjadi karena Daya Upayanya sendiri ???.. Sedangkan Firman ALLAH berkata : Tiada bergerak sebesar zarahpun.. sekecil debu pun.. tanpa IZIN ALLAH.. melainkan semuanya itu pun berada dalam genggaman Tuhan.. bahkan untuk mengangkat tangan, garuk garuk dan ngupilpun manusia hanya bisa karena IZIN ALLAH.. karena Kehendak dan Kekuasaan ALLAH.. bergeraklah alam semesta dan segala isinya tiada lain karena Qudrat dan IradatNYA..
Dan sesungguhnyalah karena Qudrat dan IradatNYA manusia datang ke alam dunia dalam Fitrah diri.. dalam kesucian diri.. dalam kebersihan hati nurani dan keluguan serta kepolosan angan angan akal pikiran.. Dan demi masa.. waktu berjalan berkembang cepat masuk dalam rekaman alam bawah sadar.. dan sang waktu terus mulai mengisi sedikit demi sedikit dengan keduniawian.. alam bawah sadar terus menerus merekam perjalanan lahiriah.. alam bawah sadar dipenuhinya dengan angan angan dan nafsu keduniawian.. perencanaan hidup yang enak dan nikmat menurut akal pikiran masing masing.. terlindaslah manusia oleh kedirian dan keegoannya.. tanpa pernah dirinya menyadari barang sedikitpun.. Sesungguhnya yang UTAMA dan TERUTAMA manusia turun ke dunia yang fana.. untuk melakukan kembali perjalanan bathiniah malahan terlupakan.. tiada terisi perjalanan mental spiritual.. olah rasa.. belajar menjadi orang yang BISA MERASA.. kata embah Gendut.. melainkan terdidik menjadi orang yang MERASA BISA.. tanpa menyadari manusia sedang menggali kuburnya sendiri.. alam bawah sadarnya hanya merekam Materialisme keduniawian..
Sesungguhnya langkah pertama adalah meraih Fitrah diri.. merekam dan mengingat kembali alam bawah sadar kita akan perjalanan sebelumnya.. sangkan paraning dumadi.. mengenal diri sebenar diri.. bukan hanya memikirkan perjalanan dan kesenangan lahiriah dan berolah akal pikiran dan angan angan.. tetapi mulai olah rasa.. melatih mental spiritual.. meningkatkan EQ dan SQ.. menemukan diri sebenar diri.. menjadi manusia meliputi lahir dan batin.. Fitrah Diri Manusia.. Jati Diri Manusia ini sesungguhnya baru merupakan Pintu Gerbang Ketuhanan.. hmm.. Sejujur dan Sebenarnya Tiket masuk pembuka pintu Gerbang Ketuhanan hanyalah satu.. di dalam La Hawla Walla Quwata.. sangatlah mudah untuk mengucapkannya tapi SESUNGGUHNYA SANGATLAH SEDIKIT SEKALI manusia yang menemukan FREKWENSI HATI dari La Hawla Walla Quwata tersebut..
Lanjuuuuuut.. Karenanya mematikan diri itu tidak hanya sebatas mematikan ke AKU an diri.. tetapi yang lebih utama sekekali adalah mati dalam Hidup dan Hidup dalam Mati.. sehingga tiada dikenal lagi baginya.. manakah yang dikatakan Mati ??.. dan manakah yang dikatakan Hidup ??.. selama masih Hidup.. pasti suatu saat akan Mati.. dan apa bila ada Mati pasti ada Hidup.. dan Hidup maupun Mati.. itu adalah Sifat dalam Dunia (Permainan Dunia).. dan di balik kehidupan dan kematian itu….disitulah kehidupan yang sesungguhnya.. yang tidak bisa dikatakan mati lagi dan tidak juga bisa dikatakan Hidup
Kehidupan yang Hidup dalam Hidup-Nya sendiri.. Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya.. inilah sesungguhnya Hidup semakin Hidup bahkan tiada di sebut Hidup lagi.. melainkan yang ada hanyalah DIAM dalam ke DIAM anNYA.. Esa dalam ke Esa-anNya tiada antara dan tiada berantara.. maka pandanglah sesuatu itu, maka tidak lah yang di pandang melainkan Ia jua yang memandang.. lebur segala pandangan ke dalam yang memandang.. lenyap segala ragam warna dan bentuk.. musnah segala perbedaan.. hancur lebur.. musnah sudah tak berbekas.. tinggallah DIRI-Nya sendiri dalam ke DIAM an-Nya… yang tiada perbedaan.. yang tiada perpecahan.. yang tiada ragam macam.. hanya SATU dalam ESA.. dan ESA meliputi SATU.. Subhanallaaaaaaaah.. wallahuallaaaaam..
Terimakasih utk pencerahannya Kang… Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang2 yg merugi… Salam hangat dan damai selalu…
di atas ini di bilang komen gak nambung
Di bilang posting kok di situ nangkringnya hmmm. ya dah deh silahkan-silahkan
Hehehe.. Silahkan silahkan… Selamat berbagi dan happy selalu…
hati, jiwa dan rasa terharu cinta
cinta baru menyilaukan
cinta lama tersaingi
butuh perjuangan tuk cinta-cinta baik
Cinta yg terbaik hanya kepadaNya..dan mawujud dalam cinta kasih kepada sesama…
Semoga cinta yang hilang itu segera kembali.
Yaa semoga… Agar kita dapat kembali menikmati indahnya cinta dan kebersamaan…
Kemanakah hilangnya cintamu?
Kabur…dibawa angin kepalsuan…hehehe
cinta jangan pernah hilang apalagi cinta kita Kepada Orang Tua Kita…amin
Yup…cintai selalu kedua orang tua kita…
walaupun hilang dihati tetep membekas
Semoga cinta itu…akan tetap ada selamanya…
Meraih fitrah diri dan menemukan cinta sejati dari Yang Maha Kuasa, karena cintaNya tak pernah hilang
CintaNya…memang sungguh abadi…
pertanyaannya adalah, mengapa manusia bisa melupakan cinta yang hilang itu. pasti permasalahannya terpecahkan.
Mungkin karna terlalu mengedepankan egonya dan cinta duniawi yg berlebihan…
Mampir lagi di malam hari mas. Seperti biasa BW BW buat silaturahmi sama para sahabat yang pandai2 biar diriku ketularan ilmunya hehe malam ini hujannya bertahan jadi salam dingin2 hangat panas
Terimakasih mas udah mampir lagi… Saya juga belajar banyak dari mas Udien… Salam hangat.. salam damai.. selalu…
lg jatuh cinta kah???????
*sok tw mode : on* :p
Sedang merana karna cinta yg hilang… Halah, kok jadi lebay..hehe
Betul sekali ucapan nya mas.
Selamat malam ni baru sempat ni berknjung lagi.
http://o5n.co.cc//6
Met malamjuga mas.. Makasih banyak atas kunjungannya… Salam hangat dan damai selalu…
sudah lama gak nengok blog mas haryana nih…pa kabar mas..
memaknai cinta dengan hati..jiwa dan rasa…betul bgt ni..
Mari resapi makna cinta dalam hati, jiwa, dan rasa kita..
Makasih banyak udah mampir kemari.. Salam hangat dan damai selalu..
mampir lagi maaas. sekalian mau lapor, di rumahku ada masakan baru. salam dingin2 hangta panas
Aku barusan dari tempatnya mas Udien.. Makasih banyak atas suguhan masakannya.. Mantab mas..maknyusss..hehehe
Slmt pagi!
Egoisme dan keserakahan mengaburkan makna cinta itu sendiri yg mestinya tdk pernah dan tdk boleh hilang.
Slmt berakhir tahun dan slmt memasuki tahun baru.
Moga damai dan bahagia selalu serta kembali mendapatkan cinta yg hilang.
Yaa…cinta yg hilang telah tergantikan oleh ego dan keserakahan, dan kehidupan pun..kini menuju kehancurannya… Smoga masih akan tetap ada cinta dan kasih sayang terhadap sesama di bumi ini.. Selamat menyambut tahun baru juga.. Moga sukses selalu menyertai…
Salam hangat dan damai selalu…
Kami menyampaikan selamat tahun baru, semoga senantiasa sukses dalam menjalani kehidupan… tetap semangat…
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
Met tahun baru juga… Met menyongsong masa depan yg lebih baik lagi…
Selamat menempuh tahun baru semuanya. Semoga di tahun 2010 ini kita bisa menambah iman dan taqwa, tambah wawasan tambah ilmu se iring bertambahnya umur kita,
Met tahun baru juga mas… Moga bisa semakin meningkat iman dan taqwa kita kepadaNya.. Salam sukses selalu mas…
melihat dengan hati
penuh perasaan kedamaian
ketenangan dan kelembutan
yang sering terasosiasi oleh alam
luasnya langit
walau di hirukpikuk pasar
di kemacetan jalan
di padatnya perkampungan
melihat dengan hati
cinta akan bersemi
Yaa.. Cinta memang adanya di hati.. Dan hanya dgn hati, kita bisa memandang cinta secara luas…
Duh cinta, penderitaannya memang tiada akhir…
Cinta itu seluas dan sedalam samudera tapi sekarang cinta itu sedangkal air keruh akibat propaganda sinetron yang dengan telah sukses mengikis makna cinta menjadi hiasan nafsu belaka…
Hidup sinetron Indonesia..
Klo ngomongin cinta kok bawaannya jadi melankolis gini yah? Hehehe.
Salam kenal
Tontonan yg sering ditampilkan pada wajah bangsa ini, telah jauh dari sifat hakiki dari cinta itu sendiri…