Aku berjalan menyusuri jalan itu kembali. Masih kulihat tonggak batu itu berdiri tegak di tempatnya. Selalu diam dalam sunyi selama berabad-abad lamanya. Diam..dan tetap diam tanpa pernah beranjak sedikitpun. Ada timbul rasa aneh dalam hatiku saat aku menatap batu itu. Aku seperti bisa merasakan sunyi yang teramat dalam pada batu tersebut. Yaa..dia hanya diam..diam..dan tetap diam seperti tak pernah ada kehidupan.
Aku lanjutkan kembali perjalananku. Kali ini melewati jalan setapak yang berkelok-kelok. Di kiri dan kanan jalan banyak tumbuh ilalang liar. Dia bergerak bergoyang-goyang diterpa tiupan angin. Terus bergerak dan bergerak mengikuti irama angin yang menyentuhnya. Aneh..pikirku…. Ilalang ini juga sama seperti batu yang tadi aku temui. Ilalang ini bergerak tapi tetap saja tak pernah pergi kemana-mana. Dia hanya bergerak tapi hakekatnya masih tetap diam di tempat. Hmmm..dua wujud yang berlainan namun masih tetap menanggung beban takdir yang sama. Sama-sama diam dalam kesunyian.
Aku lalu melanjutkan perjalananku. Menyusuri jalan-jalan sunyi tanpa makna. Berjalan kesana kemari tanpa tujuan yang pasti. Berputar-putar tak tentu arah..mengikuti langkah kakiku yang semakin letih. Kembali aku berpikir.. Sepertinya ini pernah aku rasakan. Aku jadi kembali teringat akan batu dan rumput ilalang tadi. Aku dan mereka sepertinya tak ada bedanya. Sama-sama hidup dalam lingkup ruang kosong tanpa batas. Aku memang sedikit lebih beruntung dari mereka. Tapi ternyata nasibku pun tak ada bedanya dengan batu dan ilalang tersebut. Kami sama-sama hidup dalam ruang sunyi..kosong..dan hampa. Aku memang bisa bergerak dan berjalan kesana kemari. Tapi sebenarnya aku tetap saja tak pernah pergi kemana pun. Aku hanya berputar-putar di tempat ini. Tempat yang membelenggu kami para makhluk. Belenggu yang tak pernah kami lihat..namun begitu kuat mencengkeram hidup kami. Kami..hanya hidup dalam kesunyian yang semu.

Ups gua jadi kmentator nmr wahidni he,he,he,kerentuh postingannya,tapi jgn terlalu disamakan anda dgn batu atau ilalang ya,karna sifat batu itu keras dan padat sementara sifat ilalang emang lembut tapi sering menusuk dan mengiris.salam
@Jumal: Hehehe..benar juga mas.. Tapi saya memang merasa gak ada bedanya dgn mereka… Makasih mas… Salam hangat selalu…
hmm..
Dalam hampa dan sunyi diri
Nampaklah kebesaran Illahi
Membuat diri tertunduk pasrah
Dalam ketiada dayaan sangat
Mencoba masuk ke dalam diri
Mengerti sebenar benarnya diri
Terhanyut dalam penyerahan
Masuklah dalam Diam tanpa kata
Salam Sayang
Saudaraku
Mencoba dan berusaha merasakan kehadiranNya… lewat sunyi, sepi, dan diam… Sungguh..nikmatNya tiada batas… Salam hangat selalu Kang…
pengin juga ngungkapin perasaan dg gaya bhs y seperti posting ini. bisa gak ya aku..
Pasti bisa mas… Semua orang pasti bisa… Karna setiap orang punya hati dan rasa… Kecuali hati dan rasa itu telah mati… Dan yg pasti…mas pasti bisa lebih baik dari apa yg bisa saya tulis… Salam hangat selalu…
setidaknya kita masih bisa bersyukur mas…
Masih bisa bersyukur itu indah sekali mas… Wujud dari hati yg selalu merasakan kehadiranNya…. Senantiasa tunduk dan pasrah serta mengakui keberadaanNya… Salam hangat selalu…
sungguh dalam maknanya…
paling tidak kita manusia diberi kelebihan dengan akal dan pikiran. Sehingga bisa menentukan keinginan dan arah perjalanan kita
tidak seperti batu dan ilalang yang menempel di tanah hingga ada sesuatu yang memindahkannya
Yaa.. Semoga mas…. Biar gak terbelenggu selamanya dalam tabir kesunyian ini… Makasih banyak atas kunjungannya… Salam hangat selalu…
masih saja mencari makna…
kasi tau ya kalo udah ketemu
Nyari terus sampe mbulet… Begitu udah ketemu, malah gak ngerti sama sekali….hehehe
kesunyianmu kesunyian akan kerinduan pencerahan
maka, segera berbagilah dengan riuh dzikir di pagi, siang dan malam
Indah sekali sahabat, apa yg kau ungkapkan…. Ingin sekali aku dapat berbagi di dalamnya… Salam hangat selalu…
seharusnya, jika membaca kalimat terakhir… akangnya uda jd org yg senang berkecukupan nii…. trs apa lagi yg jd masalahnya?!?!?!?
Ada yg belum bisa tercukupi… Ruang kosong di jiwa…selalu tak pernah cukup…hehe Makasih udah berkunjung… Salam hangat selalu…
kadang kita perlu mencari kesunyian, untuk menemukan jati diri
Benar Gus… Kesunyian, keheningan…kemurnian…utk mencari jati diri… Salam hangat selalu…
Sunyi, damai, hangat semuanya ada didalam hati sahabatku.. Maka jangan biarkan hatimu kosong karena dunia ini terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja..
Kau benar sahabat… Lewat kesunyian kehidupan ini, kita bisa belajar mencari hakekat hidup dan kehidupan. Berusaha mencari makna dan tujuan dari hidup yg sudah diberikan ini… Makasih udah mampir… Salam hangat selalu sahabatku…
kau adalah sahabatku
Makasih sahabat… Salam hangat selalu…
jadi pengin nyontek gaya bhasanya nich..
Mas Oyot bisa aja nich… ini kan cuma bahasa sederhana saja mas… Gak ada yg istimewa sama sekali… Mas pasti bisa lebih baik dari ini… silahkan dicoba mas… Salam hangat selalu…
wah kata-katanya mantep tenan nich. jadi pen ikutan nulis
Lagi belajar merangkai kata mas…hehe Makasih mas… Salam hangat selalu…
Mas Har seorang sastrawan juga ya…
kata2nya puitis banget.
Wah..ketinggian mas..kalo saya disebut sastrawan…hehe Lha wong bisa nulis aja udah untung2an kok… Kadang habis nulis..aku malah gak ngerti apa maksud tulisanku…hahaha
wis pokoknya gak pantes blass disebut penulis, apalagi sastrawan..hehe makasih mas..udah mampir kesini… Salam hangat selalu…
Walah mas hari tulisan semakin dalam ya..
kata-katanya benar enak dibaca…
Keep writing mas…