Pernakah Kau Mengerti
25 Mei 2009
Pernakah engkau mencoba untuk mengerti. Bahwa setiap nafas dan gerakmu menyimpan sejuta pesan. Bahwa dalam jiwa ini telah membawa lembar-lembar garis kehidupan. Tahukah engkau saat matahari akan terbit dari ufuk barat. Dimana pentas kehidupan ini, segera digantikan oleh kehidupan yang lain. Dan semuanya akan kembali seperti sebelum adanya wujud semu. Saat engkau, aku, kalian, dan mereka tak punya apa-apa.
Kembali kini sunyi menjelma dalam diri kami. Tertunduk kini jiwa-jiwa yang lemah dan tak berdaya. Menunggu keputusan Sang Penguasa Langit dan Bumi. Melangkah gontai kaki-kaki telanjang. Berjalan beriring menuju titian panjang tak berbatas. Bergolak api abadi dari dalam singgasana warna merah. Dan satu-persatu pun jatuh luruh seperti daun berguguran.
Yakinlah bahwa saat yang dijanjikan telah tiba. Yang dulu pernah didustakan dan diingkari. Telah nyata kini adanya bagi semua insan. Tanpa kata tanpa nuansa yang bisa untuk digambarkan.
Hidup memang benar-benar telah dijanjikan. Dari sejak mulai awal terciptanya yang serba maya. Hidup memang telah ditiadakan darimu..dan dikembalikan lagi kepadaNya.
Saatnya kini untuk menentukan pilihan langkah. Harus dibawa kemana jiwa yang lemah dan khilaf ini. Sanggupkah mencapai tujuan akhir dari penciptaan..?


25 Mei 2009 at 9:07 PM
ya adikku…
semua yang terjadi dan tidak terjadi memang meninggalkan alasan…
cuma… kadang…
ah… ya… entahlah…
*bingungdewe*
25 Mei 2009 at 9:17 PM
Cuma kadang sering tak sesuai dgn… yach… Pokoknya… itu… lah… *ojo bingungan yo mbak*
30 Mei 2009 at 1:49 PM
*isin dewe wis nyeluk adik…*
30 Mei 2009 at 6:57 PM
*aku yo pole isin rek…saiki dicelok mas..hehe* wis enak’e celok jeneng ae ben podo gak ewuh…halah kok malah ngene see, wis…pokok’e asyik ae lah…yoo yoo yoo…??
25 Mei 2009 at 9:16 PM
semoga jiwa yang lemah, diri yang sering lupa masih boleh ada dalam jalanNya..
sehingga saat matahari terbit dari barat, kita boleh berkumpul dalam ‘rumah’ yang telah disediakan olehNya…
25 Mei 2009 at 9:30 PM
Dia akan selalu ridho kepada orang2 yg tetap yakin dan punya harapan kepadaNya… Salam
25 Mei 2009 at 9:30 PM
kita tidak tau kapan kembali karena ada awal pasti ada akhir…
yang pasti setiap perbuatan kita pasti ada ganjarannya…
gitu ya mas…
25 Mei 2009 at 10:45 PM
@jack: iya mas.. Setiap jiwa pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yg diperbuat.. Makasih udah mampir kesini.. Salam
26 Mei 2009 at 12:00 AM
Tulisannya dalam bgt, mksih ud d ingetin lewat tulisannya mas har.
Skalian nih mw ngasi tau blogku yg bru http://www.aspirasiputih.co.cc
Matur nuwun mas.
26 Mei 2009 at 12:18 AM
@aspirasi: sama2 mas..mari saling mengingatkan.. Saya udah ninggalin jejak disana mas.. Salam
26 Mei 2009 at 1:11 AM
Barangnya siapa nyang ingin baik hari ini, maka dia harus mau mengingat mati, dan jangan sebaliknya malahan “hubbud dun yaa wa karohiyatul maut” alias cinta dunia takut maut
Sip mas.
Numpang nampang http://wandisukoharjo.wordpress.com/2009/05/26/apa-kamu-bisa/
26 Mei 2009 at 1:29 AM
Innalillahi …
Siapa yang meninggal, Har …??
26 Mei 2009 at 2:02 AM
Siapa yaa..?..? Oh iya aku ingat.. Yg mati itu..mereka2 yg hidup tapi tak pernah merasakan hidup dan tak tau apa itu hidup.. Dan kebetulan salah satunya adalah…… Akuuuuuuuuuu..sendiriiiiiiiiiiiiiii…hihihi…..
26 Mei 2009 at 1:51 AM
@wandi: Makasih atas masukannya mas.. Makasih juga udah mampir ke tempat saya.. Salam
26 Mei 2009 at 3:07 AM
postingan utk instropeksi diri ya….
26 Mei 2009 at 3:31 AM
@zefka: iya mas.. Lagi belajar bercermin.. Makasih udah mampir kesini. Salam
26 Mei 2009 at 3:50 AM
Mas hebat nh,biasanya nh klo bikin postingan kaya begitu,kalau di hayati maka apa yg ada di dalam otak tertumpah semua dalam tulisan,seakan ada yg membing-bing,walaupun tanpa harus nulis di kertas lbh dulu.
26 Mei 2009 at 8:45 AM
Hehe..mas Jumal bisa aja. Saya memang terbiasa nulis langsung dari hp. Wah..kalo masalah hebat sich, masih banyak yg lebih master mas. Saya ini cuma nulis sekenanya kok mas.. Salam.
26 Mei 2009 at 8:26 AM
tujuan terakhir kawulo alit kemana ya mas
26 Mei 2009 at 8:51 AM
Kembali pada asal mula nafas kita berasal mas..
26 Mei 2009 at 5:40 PM
rada horor euy tulisan kali ini.
26 Mei 2009 at 7:53 PM
Maaf..gak bermaksud utk nakut2in kok.. Cuma sekedar ingin nulis apa yg ada di kepalaku..hehe. Salam
26 Mei 2009 at 5:48 PM
(nikz)
mas, maaf nich PR belum sempat dikerjakan.
26 Mei 2009 at 8:01 PM
Saya yg harusnya minta maaf mas.. PR dari mas dua2nya belum juga kelar.. Masih bingung cari bahannya mas..hehe
27 Mei 2009 at 3:21 PM
(nikz)
mungkin beberapa hari ini gak sempat mas. soalnya ada ulangan akhir semester. bulan depan boleh kan?
27 Mei 2009 at 3:43 PM
Hehe..santai aja mas Nikz..gak apa2 kok. Konsen aja dulu utk ujian semesternya mas.. Salam
26 Mei 2009 at 7:14 PM
jd ingat klo diri ini msh lalai tuk berbekal di hidup yg kekal.
mas har mau tny dah pernah coba opera mini modif lom?bagus mana dgn yg biasa?thanks
26 Mei 2009 at 8:06 PM
Moga selalu ingat terus ya mas.. Saya masih sering bingung kalo pake opera modif..hehe. Jadi maaf yaa.. Saya belum tau perbandingannya.
26 Mei 2009 at 10:29 PM
Sahabat
Kau mengetuk hatiku
Agar menjawabnya
Jazakallah
27 Mei 2009 at 1:06 AM
Terimakasih telah berkenan membukakan pintu utk saya… Salam
27 Mei 2009 at 1:59 PM
Salam kenal Mas, terima kasih saya suka membacanya. Perlu untuk kita renungkan. Kapan2 saya berkunjung lagi. Salam
27 Mei 2009 at 2:56 PM
Salam kenal juga yaa.. Makasih udah berkunjung kemari.. Salam
27 Mei 2009 at 8:01 PM
sudah saatnya kita tahu. bahwa hidup ini semakin sebentar. dan pindah alam. ibarat gajah mati meninggalkan gading macan mati meninggalkan belang. orang mati meninggal dunia.
27 Mei 2009 at 9:19 PM
uhm. . .
comment apa ya? *orgygkehabisankata2*
ah! iya postingannya dalem bgt maknanya! kira2 brp ya dalemnya? *prtnyaan yg aneh!*
28 Mei 2009 at 12:24 AM
@udienroy: Mas Udien kesini meninggalkan jejak.. Hary4n4 bilang, makasih atas komentarnya..hehe. Salam
@kharin: gak dalem2 amat kok..cuma kalo kita nyebur, paling2 cuma bisa gaya dada *dadaaa..selamat tinggal* hehehe
28 Mei 2009 at 7:46 AM
(*memandang dan tersenyum) pernah…aku pernah mengerti tentang smua itu..dan tatkala aku memantulkan tanyamu kembali..jawab apa yg bs kudngar (*brlalu dan brkata dalam hati,”entahlah..aku jg tdk mengerti apa yg ku katakan)
28 Mei 2009 at 12:32 PM
@diajeng: seribu, sejuta, bahkan…sebanyak apapun kata yg ada, takkan mampu mengungkapkannya..*aku gak tau ngomong apa ini*
28 Mei 2009 at 5:57 PM
woooooow.
:tertegun:
28 Mei 2009 at 6:35 PM
Wouuuw..kenapa..??
29 Mei 2009 at 1:12 PM
Pastilah engkau tau mas mau dibawa kemana akhir perjalanan ini..
pertanyaan nya
cukup kuatkah tekadnya ?
salam,
EKA
29 Mei 2009 at 1:32 PM
Saya yakin mbak Eka pun tau..dan semoga kita semua benar2 punya tekad dan keyakinan yg kuat utk menuju “kesana”. Salam juga dari Hary4n4
29 Mei 2009 at 5:44 PM
Ah sobat
Kau sahabat saya
29 Mei 2009 at 9:02 PM
Terimakasih utk semuanya Kang.. Engkau kini telah ada dalam bagian nafasku… Salam hangat selalu utkmu sahabatku
30 Mei 2009 at 11:05 AM
ah kau bisa saja…
hee
bukannya saia tidak mau mengerti. tp emang ngga ngerti
30 Mei 2009 at 6:59 PM
Sama….aku juga gak tau kok..hehe
31 Mei 2009 at 12:12 AM
semoga kita mendapatkan akhir yang khusnul khotimah …
31 Mei 2009 at 8:39 AM
Amin.. Amin..
1 Juni 2009 at 7:21 AM
hidup adalah sebuah perjalanan panjang… sadar tidak sadar setiap jiwa berlari terus dalam pencarian… yayaya… mencari jalan untuk pulang… tetapi kadang sang waktu terlalu cepat berlalu… atau kita yang terlena dan terbius nikmat samar sampai akhir…
Salam Sayang
1 Juni 2009 at 11:44 AM
Makasih Kang…moga jiwa ini tak pernah terlena barang sedetikpun… Makasih juga udah mampir ke sini.. Salam hangat selalu..
7 Juni 2009 at 11:15 PM
terima kasih telah berkunjung, memang kita harus mengerti karna dengan pengertian kita tidak lupa dan mabuk oleh segala godaan fatamorgana iini
Sama-sama Pak…makasih atas atensinya. Salam hangat selalu..