Dawet Bukan Untuk Autis

16 11 2008

Dawet bisa dibuat dari tepung beras, hunkue, ataupun ketan. Tak masalah pula bila tepung-tepung itu dikombinasikan sesuai dengan selera. “Jika hunkue atau tepung ketan saja yang dipakai, pada suhu tinggi tertentu akan hancur menjadi bubur,” kata Siti Mahmudah AMd Gizi, ahli gizi dari RS Spesialis Husada Utama, Surabaya. Boleh saja ada kandungan tepung kanji asalkan tak terlalu banyak. Retno Wahitasari AMd Gizi, ahli gizi dari RS yang sama, menjelaskan kandungan gizi pada setiap bahan itu tak sama. Dalam tepung kanji, kalori lebih rendah. Demikian pula kadar protein, karbohidrat, dan kalsium. Ini dibandingkan dengan zat gizi tepung beras. Berbeda lagi tepung hunkue yang berasal dari kacang hijau. “Yang menonjol protein dan energi,” jelasnya. “Dawet bagus karena nonkolesterol, khususnya dawet hunkue,” tutur Siti. Sedangkan dawet dari tepung beras mengandung karbohidrat lebih banyak, bagus untuk pengidap sakit mag karena teksturnya lunak. Namun, ada kelompok yang tak boleh mengonsumsi dawet. “Dawet dari tepung beras kaya gluten dan kasein. Anak autis harus menghindarinya,” jelasnya. Sebab, bahan tersebut dapat memicu perilaku autis lebih parah.

Sumber: Jawa Pos


Tindakan

Information

Satu tanggapan

17 11 2008
asuna17

Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
http://orang-tua-anak.infogue.com/dawet_bukan_untuk_autis

Tinggalkan komentar