Bayang-Bayang

13 12 2009

Suara angin… Suara alam… Menyapa dalam nafas jiwa…
Angan melayang… Hasrat pun menggeliat… Menanti sebuah bayang-bayang…
Angan itu… Khayal itu… Bayang-bayang itu… Menyeruak dalam dinding-dinding resah…
Aku terdiam… Aku terpana… Aku tersadar… Oleh kemilau langit senja…
Dirimu hadir… Membawa kisah… Menuntun gelisah…
Warna hidup… Warna malam… Sunyi dalam wujud bayang-bayang…





Mimpi dan Khayalan

7 12 2009

Saat hati telah tertutup awan hitam.
Kemana mata akan melihat.

Saat hati terbelenggu sepi.
Kepada siapa rasa ini menuju.

Akankah rindu tak lagi membiru.
Di kala deru ombak memecah gelombang.

Di sini akan kutuliskan lagi.
Jejak-jejak kerinduan yg mendalam.

Perih kini melanda sunyi.
Mengenang nuansa wajah rembulan.

Tak ada lagi hembusan angin sejuk.
Tak terdengar lagi nada-nada pelangi.

Hari ini…kutulis lagi jejakmu di sini.
Di dasar relung samudera jiwaku.

Aku menunggumu sampai batas akhir waktuku.





Anjing Dan Kucing

4 12 2009

Mereka berdua, telah dipertemukan dalam kondisi dan keadaan yang sama. Sama-sama terbuang, sama-sama korban sebuah gengsi yang bernama selera.

Tak terasa, waktu sudah berjalan meninggalkan masa lalu yang indah…juga kelam. Mereka berdua kini akhirnya harus berjuang bersama.

Tanpa ada lagi perbedaan. Tanpa ada lagi kutukan abadi tentang persateruan. Yang sekian lama membungkus mesra dalam kehidupan mereka berdua.

Bersama mereka menghadapi terjalnya jalan yang berliku. Bahu-membahu dalam satu rasa dan harapan. Tak ada lagi perbedaan. Tak ada lagi permusuhan abadi.

Mereka berdua hanya sebuah titik kecil dari kehidupan. Sering luput dari jangkauan akal dan juga kadang…nurani. Mereka hanya dianggap berharga jika memang diinginkan. Namun mereka juga dianggap sampah, ketika selera sudah berubah.

Permusuhan abadi…kini berubah menjadi persahabatan sejati. Mereka berdua telah mampu dan sampai pada lintas batas kewajaran. Yaaa…mereka kini, telah melampaui lingkaran yang membelenggu ego.

Mereka berdua, yang selama ini dianggap sebagai makhluk tataran rendah, ternyata mampu untuk tunjukkan sebuah kemuliaan. Yang selama ini digembar-gemborkan sebagai satu-satunya sifat yang hanya dimiliki oleh insan bernama manusia. Namun sekali lagi kenyataan berkata lain.

Sudah mampukah kita bercermin pada mereka berdua. Sedalam apakah bekas bayangan cermin itu, merasuk dalam hati sanubari kita.

Ach…agaknya aku sendiri terlanjur malu untuk mengatakannya.





Salam Dari Suroblogger

27 11 2009

“Salam dari Suroblogger..”

Begitu si Suroblogger biasa ucapkan kata, pada siapa saja yang dijumpainya. Terkesan ramah dan hangat selalu jika ketemu sama setiap orang. Entah itu ketemu orang di rumah, di jalan, tempat pertokoan, pasar, tempat parkir, jalan raya….atau bahkan di kuburan sekalipun…….lho kok…???
Baca entri selengkapnya »