Sujud Abadi
Dia berjalan dengan kakinya. Menelusuri jalan kehidupan yang harus dilalui. Dia berjalan dengan matanya. Menuju satu tujuan yang diyakininya. Dia berjalan dengan pikirannya. Mengarungi seluruh misteri yang membungkus kehidupannya.
Tak sepatah kata pernah terucap dari bibirnya. Hanya desah nafas serta guman dalam dadanya. Merenung sepi, membaca sunyi pada dinding malam.
Tanpa kata dia berbicara. Tanpa mata dia melihat. Tanpa telinga dia mendengar. Dia…berbicara, melihat dan mendengar..hanya dengan hatinya. Hanya dengan jiwanya. Hanya dengan rasanya. Dia…hidup yang menyatu pada sebuah raga.
Tak ada satu pun yang sia-sia dalam dirimu. Segalanya telah menyatu dengan puncak Kemuliaan. Seluruh alam dan isinya, telah luruh dalam pangkuan sukmamu.
Kau bertutur laksana embun menyirami kering dedaunan. Membasuh setiap luka dengan penuh sejuta pesona. Kau..tak lagi menjadi dirimu yang lalu. Kau…telah menjelma sebagai sosok bayangan DiriNya.
Sujudmu rangkaikan setiap detak nafas kehidupan. Memberi rasa pada butir-butir darah yang mengalir di sekujur tubuh. Membakar cinta yang semakin tak terbendung. Menggelora, meluap mendekap luasnya angkasa jiwa. Berputar mengelilingi samudera herah dalam setiap urat raga.
Sujudmu…adalah sunyi yang jauh dari pamrih. Hanya ada senyap dan kehampaan pada setiap geraknya. Sujudmu…menjadi wali bagi setiap keberadaan insan.

